twitter



Dalam memilih sepatu, hal utama yang harus diperhatikan tentunya kenyamanan. Pertimbangan selanjutnya adalah kesesuaian model sepatu dengan bentuk tubuh Anda. Jangan sampai sepatu yang Anda gunakan justru menonjolkan kekurangan tubuh.
Untuk itu ketahui trik memilih sepatu terbaik sesuai bentuk tubuh dari Aly Scott, seorang konsultan gaya dan pembuat StyleChic, seperti dikutip dari laman Shine.
1. Untuk tubuh kecil
Jika kaki pendek dan kecil, hal yang paling penting untuk diingat adalah tinggi. “Ini berarti pilih sepatu model platform, wedges dan sepatu tumit tinggi tanpa tali,” kata Scott. Dengan begitu, tidak akan ada garis antara tumit dan seluruh kaki Anda, sehingga terlihat lebih tinggi. Pengecualian adalah sandal gladiator ankle tinggi, yang sangat cocok pada pergelangan kaki kecil.

Sepatu berujung depan bulat juga bisa menjadi pilihan. Jangan pilih ujung terlalu lancip karena akan membuat tubuh terlihat aneh. Untuk lebih nyaman, Anda bisa menggunakan sepatu datar ala balerina saat mengenakan dress mini yang jatuh di atas lutut.
2. Pendek dan berisi
Memang sedikit sulit mencari model sepatu yang pas untuk bentuk tubuh pendek dan berisi. Hal yang harus diingat adalah cari sepatu bertumit bermodel simpel. Pilih warna cerah atau bermotif unik, agar perhatian tertuju pada kaki, bukan tubuh.

Pilihan yang tepat adalah sepatu model open-toe atau boot. Karena kaki Anda cenderung besar, hindari menggunakan sandal gladiator atau sepatu bertali yang membungkus pergelangan kaki Anda. Itu akan membuat kaki terlihat bertambah besar.
3. Tinggi dan kurus
Kaki yang panjang dan ramping akan terlihat indah jika menggunakan sepasang stiletto. Namun, jika Anda mencari kenyamanan, sepatu datar adalah pilihan tepat bagi kaki jenjang.

Sandal bertali dengan ankle strap juga sangat pas untuk kaki jenjang, terutama jika ankle kaki kecil. Hindari menggunakan sepatu model runcing, karena membuat Anda semakin terlihat panjang.
4. Tinggi berotot
Tubuh yang tinggi dan berotot terlihat sangat seksi. Untuk mempercantiknya gunakan super high heel, yaitu sepatu runcing model open toe atau stiletto. Model sepatu tersebut akan membuat kaki terlihat lebih langsing. Sandal wedges berdetail unik juga pilihan yang tepat, tetapi pilih yang tingginya sekitar 5 cm agar secara visual kaki lebih terangkat.

sumber:Pipiet Tri Noorastuti, Mutia Nugraheni, VIVAnews



Selain memilih olahraga sesuai usia, olahraga sesuai bentuk tubuh juga bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih jenis olahraga apa yang terbaik. Karena setiap orang baik laki-laki maupun perempuan mempunyai tipe dan bentuk tubuh yang berbeda. Hal ini karena bentuk tubuh dipengaruhi oleh faktor genetik yang diturunkan dari kedua orangtuanya. Mau coba Memilih Olahraga Sesuai Bentuk Tubuh.. ? Yuk kita cek..


Tapi kenapa harus Memilih Olahraga Sesuai Bentuk Tubuh ? Karena bentuk tubuh juga menandakan adanya jumlah dan pola distribusi sel-sel lemak yang berbeda. Oleh karena itu ada beberapa orang yang  tidak mendapatkan hasil yang baik meski melakukan olahraga secara rutin. Itu tadi, mungkin karena olahraga yang dilakukan tidak pas untuk bentuk tubuh yang dimiliki.

Untuk itu bentuk tubuh menentukan jenis olahraga yang harus dipilih untuk mengurangi jumlah lemak dari tubuhnya. Berikut ini olahraga yang pas sesuai bentuk tubuhnya yaitu:

Bentuk tubuh apel
Orang ini memiliki bagian tengah (dada dan perut) yang lebih besar dengan bentuk lengan dan kaki yang lebih kecil, serta penumpukan lemak di pinggang. Bentuk ini dominan ditemukan pada laki-laki, tapi perempuan lebih rentan mengembangkannya di pertengahan kehidupan.

Olahraga yang dipilih: sebaiknya melakukan aerobik untuk membentuk tubuh langsing dan menurunkan lemak tubuh, berlari, jogging, climbing dan latihan kardio dengan intensitas tinggi yang bisa membangun beberapa otot di kaki. Sedangkan latihan yang bisa dilakukan untuk tubuh bagian bawah adalah pilates dan berjongkok.

Bentuk tubuh pir
Orang ini memiliki tubuh bagian atas yang lebih kecil dengan bagian pinggul dan paha yang besar. Tipe ini menyimpan lemak lebih banyak di bagian pinggul, bokong dan paha.

Olahraga: harus menekankan pada daerah tersebut akibat lebih banyaknya sel-sel lemak, yaitu 75 persen waktu olahraga untuk bagian bawah dan 25 persen untuk tubuh bagian atas. Untuk tubuh bagian bawah bisa dengan bersepeda, latihan jongkok dan menekuk lutut, sedangkan untuk membangun dada dan punggung bisa dengan push up dan menekan bahu.

Bentuk tubuh jam pasir (seperti angka 8)
Bentuk tubuh ini cenderung lebih besar di bagian atas dan bawah tubuh, tapi lebih ramping di pinggang. Umumnya bentuk bahu dan pinggul hampir sama lebar dengan pinggang kecil dan perut rata. Bentuk ini sering dianggap sebagai bentuk tubuh yang diinginkan kaum perempuan.

Olahraga: yang dilakukan harus rutin dan terfokus pada semua daerah, seperti latihan kardio, sepeda statis, jogging, lompat tali, berenang serta menekan bahu.

Bentuk tubuh V
Bentuk tubuh ini seperti huruf V atau dikenal juga dengan segitiga (kerucut), bentuknya lebar di bagian atas dan lebih kecil di bagian bawah. Biasanya ukuran bahu 2-3 inci lebih lebar dari pinggul. Bentuk ini dianggap sebagai tipe ideal oleh laki-laki karena terdiri dari bahu lebar, pinggang kecil dan kaki kuat.

Olahraga: yang bisa dilakukan sebaiknya juga turut menyertakan bagian bawah tubuh seperti berjongkok, menekuk lutut serta memberi penekanan pada kaki. Serta lakukan juga latihan cardio untuk mengecilkan pinggang dan membakar lemak.

sumber:http://www.dechacare.com/Tips-Memilih-Olahraga-Sesuai-Bentuk-Tubuh-I1157.html



Bahan:
  • 100 gr cumi ukuran kecil dan dikupas
  • 2 lembar nori
  • minyak goreng secukupnya untuk menggoreng
  • saus sambal untuk penyajian
Bahan Pelapis Cumi:
  • 400 gr tahu putih, dihaluskan
  • 200 gr daging ikan kakap
  • 5 lbr daun bayam, rebus dan cincang halus
  • 2 btr telur
  • 2 siung bawang putih, cincang halus
  • 1 sendok makan kecap ikan
  • 1 sendok teh garam
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 1 cm jahe, diparut
Cara membuat:
Pelapis:
  • haluskan ikan dengan blender hingga halus
  • Campur dengan bahan pelapis lainnya
  • pukul pukul hingga kalis
  • Isikan ke dalam cumi sambil dipadatkan, sisihkan
Cumi:
  • Pipihkan sisa adonan pelapis cumi setebal 1 cm diatas plastik
  • bentangkan potongan nori. Tambahkan adonan pelapis cumi tipis saja.
  • Letakkan 2 buah cumi isi ditengahnya kemudian gulung
  • bungkus dengan plastik dan lapisi dengan lap bersih.
  • kukus 30 menit
  • setelah matang, goreng hingga kecoklatan.
  • potong-potong lalu sajikan dengan saus sambal.




Mempunyai perut sixpack merupakan hal yang sangat membanggakan, apalagi bagi orang-orang yang rajin ke fitnes. Tetapi untuk mendapatkan perut sixpacktidaklah mudah. Dibawah ini ada beberapa tips fitnes, yang mungkin bisa membantu untuk memudahkan mendapatkan perut yang rata dan sixpack.
1. Kuasai gerakan dasar. Gerakan dan koordinasi yang baik sangat diperlukan dalam melakukan latihan untuk otot perut. Jadi sangat penting untuk bisa menguasai gerakan dasar dari latihan perut ini sebelum menambah variasi jenis latihan yang dilakukan. Untuk melatih perut atas, cobalah untuk menguasai gerakan crunch. Dan untuk melatih perut bawah, lakukan lying leg raise.
2. Latihlah semua otot perut. Otot perut terdiri dari 2 bagian, otot perut atas dan otot perut bawah yang masing-masing memiliki cara dan jenis latihan yang berbeda. Dengan melatih keduanya, maka akan didapat hasil perkembangan otot yang baik dan seimbang.
3. Lakukan latihan untuk otot perut bawah terlebih dahulu. Walaupun urutan latihan tidak memegang peran penting dalam perkembangan otot perut, namun latihan untuk otot perut bagian bawah membutuhkan lebih banyak koordinasi dan konsentrasi.
4. Batasi gerakan latihan perut. Beberapa jenis latihan kadang lebih efektif jika dilakukan dengan gerakan penuh agar dapat meningkatkan fleksibilitas dan memaksimalkan jumlah serat otot yang terlatih. Namun dalam melakukan latihan untuk otot perut, sebaiknya gerakan dilakukan dengan membatasi gerakan antara 30-45 derajat dari horisontal agar tekanan pada otot perut dapat dirasakan dengan optimal dan mengurangi keterlibatan punggung bawah dalam gerakan.
5. Hindari leher dari cidera. Selama melakukan gerakan latihan, usahakan agar kepala, leher, dan bahu berada dalam posisi lurus. Atau dekatkan dagu ke arah dada dan tahan posisi ini selama gerakan. Jaga agar leher tidak bergerak selama gerakan latihan dilakukan. Posisi ini akan menghindarkan dari cidera leher yang sering terjadi. Jika saat latihan kita menaruh tangan dibelakang kepala, maka kepala dapat terdorong kedepan dan leher akan mendapat tekanan yang tidak seharusnya. Jadi sebaiknya taruh tangan disamping kepala atau di depan dada.
6. Kontrol gerakan. Lakukan gerakan dengan kontrol yang baik untuk menghindari dari kesalahan gerakan dan resiko cidera, dan mengoptimalkan latihan yang dilakukan.
7. Konsentrasi dan fokus pada gerakan. Untuk mendapatkan hasil terbaik dari latihan, rasakan kontraksi yang diterima otot saat melakukan latihan. Jika kurang konsentrasi dan tidak fokus, latihan akan menjadi kurang optimal. Salah satu trik yang dapat dilakukan adalah dengan menaruh satu tangan pada otot perut dan merasakan kontraksinya saat dilatih.
8. Gunakan berat badan sebagai beban. Kadang jika kita menggunakan beban, yang diletakan dibelakang kepala atau depan dada, dengan tujuan untuk menambah tekanan pada otot perut, gerakan latihan malah menjadi kurang sempurna sehingga tekanan malah kurang dirasakan pada otot perut tetapi berpindah ke pinggang. Padahal dalam latihan perut, kontraksi maksimal yang terasa saat latihan akan membuat otot perut berkembang lebih baik. Oleh sebab itu lebih baik menggunakan berat badan sendiri sebagai beban, dan jika ingin menambah beban atau intensitas latihan, dapat dilakukan dengan mengatur posisi tubuh dan kemiringan saat berlatih, dan mempersingkat waktu istirahat antar set. Dapat juga dengan menahan pada posisi saat perut kontraksi selama beberapa detik (1-3 detik) sebelum kembali ke posisi relax dan melakukan repetisi berikutnya.
9. Bernafaslah dengan benar. lakukanlah pernafasan dengan benar saat melakukan latihan. Tariklah nafas melalui hidung saat relax dan hembuskan nafas melalui mulut saat otot berkontraksi (kencang).
10. Set dan repetisi. Otot perut merupakan otot kecil yang memerlukan waktu pemulihan tidak lama sehingga dapat dilatih setiap hari. 3-6 set untuk masing-masing otot perut bagian atas dan bawah sudah cukup untuk menstimulasi otot perut agar berkembang dengan baik. Untuk repetisi, lakukan sebanyak mungkin dengan gerakan terkontrol. Ketika melatih perut, kualitas gerakan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan kuantitasnya. Jika kita dapat melakukan 20 repetisi dalam 1 set dan merasa perut menjadi panas karenanya, maka kita telah melakukan latihan dengan baik.
11. Lakukan variasi latihan jika sudah benar-benar menguasai gerakan dasar untuk melatih otot perut. Dengan melakukan variasi latihan, otot akan mendapat tekanan dari sudut yang berbeda sehingga dapat membuat perkembangan otot perut menjadi lebih maksimal.
12. Lakukan latihan untuk otot obliques. Obliques digunakan saat melakukan berbagai latihan dengan gerakan memutar pinggang. Hampir semua jenis latihan untuk otot perut dapat dimodifikasi atau divariasikan dengan gerakan memutar pinggang/twist.
13. Lakukan latihan untuk otot punggung bawah. Pada dasarnya setiap otot mempunyai lawan yang juga harus dilatih agar tubuh mendapat proporsi dan simetri yang baik. (contoh: bicep-tricep; dada-punggung; hamstring-quads dll). lawan dari otot perut adalah otot punggung bagian bawah (lower back). jadi latihan seperti hyperextension (back up) dan deadlift sebaiknya menjadi bagian dari program latihan. Disamping untuk mendapatkan proporsi tubuh yang simetri, otot yang saling berlawanan dan terlatih dengan baik akan mengurangi resiko cidera. Jika hanya salah satu otot saja yang terlatih dengan baik, maka resiko cidera akan semakin besar pada bagian yang tidak terlatih karena adanya ketidakseimbangan kekuatan.
4. Atur makan dan lakukan latihan kardio. Definisi otot perut yang baik akan sulit didapat jika perut berlemak. Kondisi otot perut yang baik akan lebih mudah didapat dengan melakukan kombinasi pengaturan makanan yang baik untuk menghindari penumpukan lemak baru, dan melakukan aktifitas kardio untuk membakar lemak. Jadi jika hanya melakukan latihan perut saja tanpa didukung dengan pengaturan makan dan aktifitas kardio, maka penampilan otot perut yang baik akan sulit didapat.
*****
Hal utama yang umumnya mendorong seseorang untuk memiliki otot perut yang baik adalah untuk menunjang penampilan. Namun sebenarnya otot perut merupakan otot yang berperan penting dalam menopang postur tubuh terutaman tubuh bagian bawah dan mendukung kekuatan punggung bagian bawah.
Otot perut merupakan otot bagian tengah tubuh yang sangat penting dari struktur keseimbangan tubuh. itulah sebabnya otot perut sering dikatakan sebagai core muscles, yang berarti otot yang menjadi titik pusat tubuh. Selain otot perut, core muscles lainnya adalah erectors, hip flexors dan otot pelvic.
*****
Contoh gerakan latihan perut:
Latihan untuk perut atas











Latihan untuk perut bagian bawah


Latihan untuk otot Obliques




Latihan untuk punggung bawah




Sumber : 
http://annunaki.wordpress.com/2011/02/27/tips-mendapatkan-perut-sixpack/



Anda sudah berlatih ekstra keras untuk membentuk perut sixpack, tetapi tak peduli sudah berapa banyak keringat yang keluar, Anda tetap belum melihat hasil yang Anda inginkan. Sangat sulit untuk mengikis lemak perut dengan maksimal, jika Anda tidak berlatih dengan benar.
Pria umumnya menyimpan lemak tubuh mereka di area perut. Sayangnya, kelebihan lemak jenis ini sangat erat kaitannnya dengan berbagai macam penyakit kronis, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, hingga kanker usus besar.
Latihan adalah cara yang sangat bagus untuk membentuk perut Anda, tetapi latihan harus dilakukan dengan benar. Berikut ini ada 7 kesalahan yang paling umum dilakukan oleh kebanyakan orang yang berlatih untuk membentuk perut sixpack mereka.

  1. Hanya melakukan crunch dan sit up
    Latihan-latihan tersebut mungkin menjadi latihan perut yang paling sering dan banyak dilakukan, karena latihan-latihan tersebut memang benar-benar bekerja untuk membentuk otot perut Anda! Namun bagaimanapun juga, otot Anda dapat beradaptasi dengan cepat untuk beberapa latihan. Jika ini terjadi, maka otot-otot Anda pun akan berhenti merespon latihan yang Anda lakukan. Melakukan perubahan pada latihan Anda setiap beberapa minggu sekali akan menjaga otot Anda tetap tumbuh dan berkembang.
  2. Melatih otot perut setiap hari
    Otot perut sama halnya dengan otot tubuh Anda lainnya, yang juga membutuhkan waktu istirahat untuk memulihkan diri dan memperbaiki diri setelah sesi latihan berat. Jadi, makin sering Anda melatih perut bukan berarti semakin mudah perut sixpack Anda terbentuk. Selain itu, latihan perut terlalu banyak juga meningkatkan risiko Anda untuk mengalami cedera punggung bawah.
  3. Menghindari kardio
    Menghindari latihan kardio adalah kesalahan terbesar jika Anda ingin membentuk perut sixpack dan memangkas lemak di perut Anda. tak peduli berapa keras latihan perut Anda, tidak ada yang namanya spot reduce, atau menghilangkan lemak di bagian tubuh tertentu saja. Anda harus kurangi lemak yang tertimbun dalam seluruh tubuh Anda. Itulah sebabnya, kardio perlu Anda lakukan.
  4. Tidak melakukan latihan beban untuk otot lain
    Untuk membentuk perut sixpack, Anda memang harus melatih otot perut Anda, tetapi otot tubuh lainnya pun sama pentingnya. Otot dalam tubuh Anda sebenarnya saling berkaitan. Tendon dari kelompok otot lainnya (misalnya latissimus dorsi dan trapezius di punggung, dan hamstring di kaki) memanjang melewati area perut Anda. Jadi, yang sebenarnya memberikan penampilan “sixpack” Anda adalah tendon yang terbentang dari kelompok otot lain dan terhubung dengan daerah perut Anda.
  5. Tidak makan dengan baik
    Meskipun latihan teratur adalah cara yang efektif untuk membakar kelebihan kalori dalam tubuh Anda, akan tetapi apa yang Anda makan juga sangat menentukan apakah Anda bisa memiliki perut sixpack atau tidak. Anda tetap harus atur pola makan Anda dengan baik. Cukupilah asupan protein harian Anda agar otot Anda bisa terbentuk dengan optimal, serta konsumsilah karbohidrat baik, lemak baik, serta kalori dalam jumlah yang cukup.
  6. Hanya mengandalkan diet
    Dengan berdiet saja tanpa melakukan latihan adalah kunci untuk kegagalan dalam meraih perut sixpack. Meskipun Anda bisa saja mengurangi berat badan secara signifikan dengan berdiet saja, sebagian besar dari berat badan yang turun itu bisa saja berupa otot, bukan lemak.
    Latihan akan membantu mengurangi kadar lemak tubuh Anda dan juga membentuk otot Anda. Keduanya adalah kombinasi yang Anda butuhkan untuk membentuk perut sixpack.
  7. Tidak mencari bantuan
    Jika Anda merasa sudah melakukan apapun tetapi masih belum juga mendapatkan perut sixpack yang Anda inginkan, maka inilah saatnya Anda mencari bantuan. Carilah informasi yang akurat mengenai cara latihan dan pola makan yang benar untuk membantu Anda mendapatkan perut sixpack dengan optimal.
Nah, adakah di antara ketujuh hal di atas yang masih Anda lakukan? Jika ya, sebaiknya segeralah perbaiki program latihan dan pola makan Anda agar Anda bisa dapatkan perut sixpack yang Anda idamkan dengan efektif.